Hadits ini dan hadits sebelumnya disebutkan oleh Al-Bukhari dalam shahihnya untuk menjelaskan bahwa keimanan itu tidak semata – mata membenarkan dan meyakini adanya Allah dan ke-EsaanNya saja. Sesungguhnya keimanan itu adalah ikrar dengan lisan, meyakini dengan hati, dan beramal dengan anggota – anggota badan. Hadits di atas dikeluarkan oleh al-Bukhâri dan Muslim dalam kitab Shahîh keduanya, dari hadits Qatadah, dari Anas; sedangkan lafazh milik Muslim berbunyi: حَتَّى يُحِبَّ ِلأَخِيْهِ ، أَوْ قَالَ : لِجَارِهِ. “ Hingga ia mencintai untuk saudaranya; atau beliau bersabda: Untuk tetangganya ”. Hadits adalah perkataan, tindakan, atau persetujuan yang dilakukan atau disetujui oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah kumpulan hadits tentang kasih sayang beserta maknanya: Hadis 1: Dari Anas bin Malik RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri." Hadis: Siapa saja yang pernah melakukan suatu kezaliman terhadap saudaranya, baik itu harga diri ataupun ‎perkara lain, maka hendaklah ia meminta untuk dihalalkan pada saat ini sebelum datang hari di mana dinar dan ‎dirham sudah tidak berlaku - Ensiklopedia Terjemahan Hadis-hadis Nabi Vay Tiền Nhanh Ggads.

hadits nabi merindukan saudaranya